WNA Miliki Properti, Program Satu Juta Rumah Terancam

Berita Properti,

Berita Terkait:

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Eddy Ganefo mewanti-wanti pemerintah untuk tidak merevisi PP no 41 tahun 1996 yang mengatur tentang kepemilikan properti asing dengan status hak pakai menjadi hak milik. Pasalnya jika hal itu dilakukan, maka akan menjadi ancaman bagi program satu juta rumah.    

“Jika asing leluasa dapat membeli properti di Indonesia, Program Satu Juta Rumah tidak akan berlangsung sukses,” kata Eddy kepada Rumahku.com.     

Eddy mengatakan, jika warga negara asing dapat membeli properti maka akan berdampak buruk bagi industri properti dalam negeri, dengan  ditandai dengan melonjaknya harga rumah dan tanah, termasuk rumah-rumah yang menyasar kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).   

BACA JUGA : PEMERINTAH JANGAN MAU DIBOHONGI PENGEMBANG BESAR


“Nantinya masyarakat berpenghasilan rendah yang berjumlah 60 juta orang akan sulit untuk membeli rumah, karena harga rumah sudah sangat tinggi,” ujar Eddy. 

Tidak hanya itu, Eddy juga mengatakan kebijakan ini juga akan membuat pengembang kecil gulung tikar. Mereka tidak sanggup lagi untuk membangun rumah murah karena harga tanah juga ikut naik.  

“Nantinya ribuan pengembang kecil akan gulung tikar dan berdampak kepada dipecatnya ribuan karyawan,” kata Eddy. 

Bahkan yang lebih mengerikannya lagi, lanjut Eddy jika WNA diperbolehkan membeli properti di Indonesia maka akan berbahaya bagi pertahanan nasional. Menurutnya bisa saja investor asing dari negara tetangga membeli pulau-pulau terluar Indonesia. 

“Pulau kecil terluar di Indonesia nantinya akan dibeli oleh negara tetangga, sehingga garis batas kita akan bergeser,” ujar Eddy.   

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga di Rumahku.com!