"Teroris" Amerika, Abu Qatada, Sewa Rumah Berharga 7 Miliar!

Selebritis,

Berita Terkait:

Apakah Anda mengenal siapa itu Abu Qatada? Abu Qatada adalah seorang Muslim garis keras yang pernah ditahan selama 8 tahun di penjara dengan keamanan maksimum di Inggris, karena diduga terlibat dalam kasus terorisme dan perencanaan pengeboman terhadap warga sipil Inggris. Ia juga diduga sebagai tangan kanan Osama Bin Laden, pernah terlibat dengan jaringan Al Qaeda, dan sering ditemui memberikan ceramah yang banyak mengandung unsur kebencian terhadap warga negara Barat.

Setelah dibebaskan dari penjara dengan keamanan super ketat itu, ia dan keluarga memutuskan untuk pindah dari rumah lamanya dengan empat kamar tidur yang harga jualnya mencapai £400,000 poundsterling atau sekitar 6,2 miliar rupiah. Rumah lama yang berlokasi di dekat stadium Wembley, Barat Laut London itu dianggap terlalu kecil untuk keluarga Abu Qatada yang terdiri atas seorang istri dan lima orang anak. Selain itu ia juga pindah lantaran banyak tetangga yang mengeluh dan menginginkan ia segera keluar dari kompleks hunian tersebut akibat keonaran yang sering dilakukannya di masa lalu.

Abu Qatada di depan Rumah Lamanya di Barat Laut London. Rumah lama dengan harga  jual 6,2 miliar rupiah itu diklaim terlalu kecil untuk keluarganya.

Akhirnya dengan senang hati Abu Qatada memilih sebuah rumah bergaya kastil di London Utara yang harga jualnya bisa mencapai £500,000 poundsterling atau setara dengan 7 miliar rupiah dengan harga sewa perbulannya bisa mencapai £1,400 poundsterling  atau setara dengan 22 juta rupiah lebih!

Namun sepertinya perpindahan itu juga tidak akan berjalan mulus mengetahui pemilik rumah yang akan disewa Abu Qatada itu ingin mengusir dirinya setelah tahu identitas penyewa rumahnya yang sebenarnya. Ia mengaku merasa tertipu karena perusahaan tempat ia me-listing propertinya untuk disewa itu mengatakan kalau yang akan menyewa rumah tersebut adalah sebuah perusahaan besar Amerika. Ia berpikir perusahaan tersebut ingin menyewa rumahnya sebagai tempat tinggal untuk karyawan atau semacam itu. Apalagi perusahaan Amerika itu bersedia membayar uang deposit yang besar, maka itulah pemilik rumah langsung menyetujui rumah tersebut untuk disewakan.

Ini Dia Rumah Baru Abu Qatada yang Harga Sewanya bisa mencapai 22 juta rupiah sebulan!

Tapi begitu mengetahui dari media bahwa yang akan menyewa rumahnya adalah Abu Qatada, hal ini langsung menimbulkan protes keras baik dari pihak pemilik rumah maupun dari tetangga sekitar. Mereka tidak mau di kompleks hunian mereka yang nyaman dan tentram harus terusik dengan kehadiran seorang teroris dan biang onar.

Rumah ini adalah rumah yang sangat berharga bagiku, dimana di dalamnya terdapat sebuah taman cantik dan empat kamar tidur. Aku berharap seorang penyewa baik hati bisa menikmati dan senang tinggal di rumah pintar ini. Oleh karena itu mengetahui seorang yang jahat tinggal di rumah ini membuatku sangat tidak senang!”, ucap pemilik rumah kepada wartawan. “Aku tidak mau lelaki ini berada di rumahku dan aku akan berupaya apapun untuk bisa mengusirnya”, terusnya.

Barang-Barang Abu Qatada dan Keluarganya yang telah di packing rapi di dalam mobil saat bersiap-siap Pindah ke Rumah Baru

 

Salah satu pegawai yang membantu kegiatan pindahan ini terlihat membawa sebuah piringan Satelit

“Area ini adalah area yang ramah, dimana setiap orang saling mengucap salam jika bertemu. Kukira semua warga disini juga tidak akan senang jika ada seorang teroris menjadi tetangga kami”, ucap salah seorang tetangga yang diwawancarai.

Ketika diklarifikasi, perusahaan agen properti yang ikut membantu dalam proses sewa menyewa rumah ini juga mengaku benar-benar tidak tahu kalau yang akan menyewa rumah ini adalah Abu Qatada. Hal ini dikarenakan yang melakukan penyewaan adalah pihak dari Home Office, pihak kementerian Inggris yang bertanggung jawab mengenai pengaturan imigrasi, keamanan dan hukum. Jadi agen properti ini mengira kalau yang akan menyewa rumah adalah perusahaan luar yang bekerjasama dengan Home Office untuk mencarikan tempat tinggal bagi karyawan.

Namun sepertinya Abu Qatada tetap akan pindah ke rumah itu walau ditentang oleh banyak pihak. Lagipula setelah kebebasannya dari penjara, ia tetap tidak bisa bebas penuh seperti sebelumnya. Ia hanya boleh keluar dua jam sekali, itu pun dengan pengawasan ketat dari polisi. Selain itu rumahnya juga akan terus diawasi selama 24 jam dan ia juga tidak diperbolehkan sama sekali menggunakan telepon genggam dan internet.

Sumber: dailymail.co.uk