REI: Kebijakan LTV Beratkan Masyarakat dan Pengembang

Berita Properti,

Berita Terkait:

Kebijakan loan to  value (LTV) pada pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) dinilai akan berdampak negatif terhadap pengajuan kredit pemilikan rumah atau apartemen (KPR/KPA).
 
Oleh sebab itu Real Estate Indonesia mendesak Bank Indonesia segera meninjau ulang kebijakan ltv tersebut.
 
Menurut Sekjen REI Eddy Hussy mengatakan, kebijakan pengaturan pembayaran uang muka (down payment/DP) dalam mekanisme LTV memang baik untuk mengerem pertumbuhan properti dan meredam aksi spekulasi. 
namun di sisi lain, lanjutnya, aturan tersebut justru mengganggu kelancaran kinerja pengembang dan memberatkan masyarakat yang sungguh membutuhkan rumah.
 
"REI mengharapkan kebijakan tersebut ditinjau ulang dan tidak diberlakukan dalam jangka waktu yang lama. Jadi REI menginginkan sifatnya jangka pendek saja, tidak terlalu lama diterapkan," ujarnya. 
 
Seperti diketahui Bank Indonesia (BI) menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait penyempurnaan ketentuan Loan to Value (LTV) atau Financing to Value (FTV) untuk kredit kepemilikan properti dan kredit konsumsi beragunan properti. 
 
Hal tersebut dilakukan BI demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat ketahanan perbankan. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A Johansyah mengatakan, rasio LTV/FTV adalah angka rasio antara nilai kredit/pembiayaan yang dapat diberikan oleh bank terhadap nilai agunan berupa properti pada saat pemberian kredit/pembiayaan.