REI Ajak Pengembang Bangun Rumah Bagi MBR

Berita Properti,

Berita Terkait:

Tingginya kebutuhan rumah menengah bawah bisa menjadi peluang bisnis properti tahun 2014. Setiap tahun, total kebutuhan rumah di Indonesia mencapai sekitar 700 ribu unit. Khusus untuk rumah murah harga Rp 200 juta ke bawah, dinilai sebagai peluang tersendiri bagi para pengembang properti.
 
“Tahun ini, kami mengajak pengembang membangun rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Segmen ini menjadi peluang bagi pengembang pada 2014,” ujar Eddy Hussy, ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI).
 
Peluang tersebut, tambah Eddy, cukup besar menyusul langkah pemerintah yang menyesuaikan harga rumah, termasuk untuk rumah susun hak milik (rusunami). Di sisi lain, katanya, defisit rumah (backlog) masih sangat besar sehingga menjadi peluang bagi pengembang menggarap segmen rumah murah. Hingga akhir 2013, backlog ditaksir mencapai 15 juta rumah.
 
Menurut dia, tahun 2014 pihaknya menargetkan pembangunan 120 ribu rumah. Jumlah tersebut, lanjutnya, optimistis terwujud bila pengembang terbantu oleh pembebasan pajak pertambahan nilai (PPn) dan pajak penghasilan (Pph). “Kami berharap kementerian keuangan segera memutuskan hal itu dalam waktu dekat ini,” katanya.