PLN Pisahkan Biaya Administrasi di Listrik Prabayar

Berita Properti,

Berita Terkait:

PT PLN (Persero) melakukan perombakan sistem listrik prabayar pada 1 Oktober 2015 silam, yakni dengan memisahkan biaya administrasi pada saat pembelian listrik prabayar. Hal ini dilakukan oleh PLN dengan tujuan agar masyarakat mengetahui dengan jelas berapa pulsa listrik yang didapat dan berapa biaya administrasi yang harus dibayarkan. 

"Tujuannya, agar masyarakat tahu jelas berapa harga token yang dibeli, dan berapa biaya di luar token," terang Benny Marbun, Kepala Divisi Niaga PLN seperti informasi yang diterima Rumahku.com

Biaya administrasi di tiap tempat penjualan pulsa listrik berbeda-beda, tergantung kebijakan penjual pulsa. Namun rata-rata biaya admin dikeluarkan sebesar Rp 1.600 – Rp 2.000 per transaksi.  

Dengan dikeluarkannya kebijakan baru ini, pihak PLN berharap agar masyarakat mengetahui berapa biaya administrasi yang perlu dibayarkan dan berapa listrik yang didapatkan sehingga transparansi biaya administrasi menjadi lebih jelas. Dahulu, jika membeli listrik prabayar Rp 100.000, biaya administrasinya sudah dimasukan ke dalam biaya tersebut namun pelanggan tidak mengetahui berapa besarnya potongan yang dikenakan untuk biaya administrasi. 

Jika merasa keberatan, pelanggan listrik prabayar bisa berpindah ke tempat lain yang biaya adminnya lebih murah. 

"Kalau dirasakan mahal, konsumen bisa membatalkan beli. Kalau dulu, konsumen tahu berapa besar biaya administrasi setelah struk pembelian diterima, dan nggak bisa dibatalin," pungkas Benny. 

Kebijakan baru ini juga berdampak pada nominal pembelian pulsa. Pelanggan listrik prabayar bisa membeli pulsa dengan minimal nominal Rp 10.000, Rp 20.000 Rp 50.000, Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

 

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga di Rumahku.com!