Perbedaan Gaya Desain Eropa dan Klasik

Selama ini banyak orang yang mengira rumah bergaya Eropa dan klasik memiliki konsep arsitektur yang sama. Meski gaya Eropa dan klasik berasal dari benua Eropa, kedua gaya ini ternyata memiliki konsep yang berbeda.

Perbedaan gaya Eropa dan klasik memang tidak terlihat secara signifikan. Saat membayangkan gaya Eropa, Anda akan berpikir mengenai nuansa gelap yang memunculkan kesan hangat dan lembut. Namun kini gaya desain ala Eropa tidaklah selamanya memiliki konsep tersebut. 

Sumber: www.download3dhouse.com

Gaya Eropa saat ini disederhanakan dengan tujuan dapat mengikuti tren yang berlangsung. Ciri khas pada rumah gaya Eropa adalah interior yang menggunakan material batu agar tercipta nuansa yang hangat dan akrab.

Tiang-tiang penyangga bangunan masih dipertahankan, hanya saja saat ini menggunakan warna terang. Dengan cara ini, gaya Eropa dapat dihadirkan dengan suasana yang lebih modern.

Gaya Eropa pada rumah-rumah di Indonesia mendapat pengaruh dari arsitektur yang berkembang di masa Victorian. Ciri utamanya adalah ukuran pintu dan jendela yang tinggi dengan daun penutup ganda.

Gaya klasik berusia lebih tua dari gaya Eropa. Sama seperti gaya Eropa, gaya klasik kini juga dipengaruhi oleh gaya yang lebih modern. Tiang penyangga gaya klasik tetap menggunakan hiasan ukiran yang detail.

Bangunan bergaya Eropa lebih sering digunakan dalam pembangunan istana, gedung pemerintahan, fasilitas umum atau kastil. Sedangkan gaya klasik lebih sering digunakan dalam pembangunan tempat ibadah, rumah pribadi, sert aula pertemuan.

Terlepas dari perbedaan tersebut, gaya Eropa dan klasik memiliki nilai seni yang sangat tinggi dan memiliki tampilan indah. Kedua gaya ini juga dikenal dengan gaya yang berkarakter megah dan mewah.


 

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijualsewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga, GRATIS di Rumahku.com!