Mengintip Kehidupan Khas Masyarakat Betawi di Setu Babakan

Jika ingin melihat rumah tradisional khas suku Betawi yang masih terlihat bagus dan terawat, Anda datang saja ke Setu Babakan.

Berlokasi di Jalan Moch. Kahfi II RT 009 / RW 008, Kel. Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tempat ini merupakan kawasan perkampungan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi secara berkesinambungan.


Anda bisa menikmati suasana khas pedesaan dan menyaksikan budaya asli Betawi secara langsung. Masyarakat Betawi yang tinggal di Setu Babakan masih mempertahankan cara hidup tradisional yang dilakukan sejak zaman dahulu seperti bercocok tanam, berdagang, membuat beragam kerajinan, hingga memancing.

Kawasan Cagar Budaya ini sudah diresmikan sejak tahun 2004 melalui SK Gubernur No. 9 Tahun 2000 oleh Bapak Sutiyoso yang menjabat sebagai gubernur pada saat itu. Setu Babakan menjadi salah satu objek wisata yang dipilih oleh Pacific Asia Travel Association (PATA) sebagai tempat kunjungan wisata bagi para peserta konferensi PATA Di Jakarta pada tahun 2002 yang lalu.

Suasana yang masih asri khas pedesaan dapat dirasakan ketika berkunjung ke kampung budaya ini. Pengunjung bisa berkeliling dengan bebas dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Betawi yang ada di kampung budaya ini.

BACA JUGA : MENGENAL ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL BETAWI

Wilayah ini terbagi ke dalam tiga zona, yakni :

  • Zona A, dikembangkan menjadi pusat pelestarian pengembangan budaya dengan luas 3,2 ha. Pada zona ini dikembangkan berbagai rumah adat khas Betawi, seperti rumah adat gudang, kebaya, joglo, bapang, pesisir dan pulau seribu yang juga dilengkapi dengan museum sejarah dan purbakala, gedung teater dan gedung modern bernuansa Betawi.
  • Zona B, dikembangkan sebagai pusat kuliner nusantara dengan tema Betawi untuk Indonesia. Zona ini berdiri di atas lahan seluas 3.700 meter persegi. Di dalam zona ini terdapat kurang lebih 250 pedagang kuliner yang menjajakan makanan khas Betawi dan budaya Indonesia lainnya.
  • Zona C, dikembangkan menjadi zona komersial dan studi alam. Zona ini berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektare. Di zona ini dibangun replika perkampungan Betawi yang dilengkapi rumah adat, sawah dan empang (danau kecil).

Untuk melihat-lihat rumah adat Betawi, datanglah ke zona A, zona ini terdapat banyak rumah tradisional dalam kondisi baik, tak jarang banyak pengunjung yang berfoto di rumah adat ini. Jika ingin bertanya mengenai filosofi rumah Betawi bisa langsung bertanya pada penjaga atau ahli yang biasanya bersedia menjelaskan dengan rinci mengenai filosofi dan sejarah rumah dan suku adat Betawi.

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga di Rumahku.com!