Mengenal Seluk Beluk Tanah Wakaf

Konsultasi,

Berita Terkait:

Menurut UU Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf menyebutkan bahwa harta benda yang diwakafkan dilarang untuk :

  • Dijadikan jaminan
  • Disita
  • Dihibahkan
  • Dijual
  • Diwariskan
  • Ditukar, atau
  • Dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya

Dengan kata lain, tanah wakaf tidak bisa diperjualbelikan seperti tanah pada umumnya. Peralihan status dari hak atas tanah primer menjadi tanah wakaf membuat tanah tersebut tidak lagi memiliki nilai ekonomis kecuali tanah wakaf akan digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang yang di atur di Undang Undang Negara dan tak bertentangan dengan syariah.
Selain itu, tanah wakaf yang mendapatkan pengecualian untuk diperjualbelikan harus mendapat izin tertulis dari Menteri atas persetujuan Badan Wakaf Indonesia. Harta benda wakaf yang diubah statusnya itu wajib ditukar dengan harta benda lain yang manfaat dan nilai rukarnya sama.

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga di Rumahku.com!