Mengenal Seluk Beluk Tanah Wakaf

Konsultasi,

Berita Terkait:

Pihak yang mewakafkan tanah disebut dengan wakif. Secara umum seorang wakif haruslah si pemilik tanah (satu orang atau lembaga) yang sudah dewasa, sehat akal, dan tidak terhalang untuk melakukan tindakan hukum. Orang yang mewakafkan tanahnya harus atas kesadaran dan keinginan sendiri, tanpa paksaan.
Selain manusia, badan hukum seperti bank pemerintah, lembaga keagamaan dan badan sosial juga bisa mewakafkan tanah miliknya. Hal ini sesuai ketentuan yang tertera di Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No 9 tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan.
Sedangkan nadzir adalah pihak yang memelihara atau mengurus tanah wakaf. Nadzir boleh perorangan atau badan hukum dengan syarat, WNI, islam, sudah dewasa, sehat jasmani dan rohani, dan bertempat tinggal di kecamatan tempat tanah diwakafkan. Nadzir juga harus didaftarkan dan mendapat pengesahan di kantor Urusan Agama kecamatan setempat.

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga di Rumahku.com!