Macam-Macam Biaya yang Perlu Disiapkan Saat Mengajukan KPR

KPR,

Berita Terkait:

Tahukah Anda, ada beragam jenis biaya yang perlu dikeluarkan saat membeli rumah secara kredit. Dengan kata lain membeli rumah lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tidak selalu membahas uang muka dan cicilan per bulan.

Ada sejumlah urusan yang juga membutuhkan biaya dan perlu dipersiapkan jauh-jauh hari. Khususnya sebelum permohonan KPR Anda disetujui oleh bank. 

BACA JUGA : KENALI SUMBER POLUSI BERBAHAYA DI RUMAH

Macam-macam biaya ini umumnya harus dibayarkan di awal pengajuan KPR. Jadi, sebaiknya Anda perlu tahu macam-macam biaya tersebut dan besarannya, agar bisa dipersiapkan, antara lain adalah:

Biaya Provisi
Umumnya bank membebankan biaya provisi sekitar 1-1,5 persen dari plafon kredit. Namun ada juga yang tidak menerapkan hal ini.

Biaya Administrasi
Biaya administrasi dari bank besarannya beragam. Administrasi KPR bank ini biasanya sekitar Rp250 ribu - Rp500 ribu.

Biaya Appraisal
Ada biaya yang dibebankan oleh bank untuk membayar appraisal atau penilai properti independen yang sudah ditunjuk. Besarannya sekitar Rp300 ribu - Rp1 juta.

Asuransi Jiwa
Nilai asuransi jiwa yang harus dibayarkan tergantung pada usia pemohon KPR saat mengajukan kredit hingga lunas nnantinya. Biasanya sekitar 1 persen - 2 persen dari plafon kredit.

Asuransi Kebakaran
Biaya ini biasanya menjadi satu paket dengan asuransi jiwa. Tujuannya untuk menjamin rumah, bila terjadi risiko kebakaran sewaktu-waktu. Besarnya sekitar 0,5 persen dari plafon kredit. 

Biaya Cek Sertifikat
Biaya ini harus dikeluarkan untuk melakukan pengecekan legalitas dari sertifikat rumah yang dibeli. Besarnya biaya bisa berbeda-beda.

Biaya Blokir (hold) 1 Kali Angsuran
Contohnya, bank sudah mendapatkan angka plafon kredit Anda beserta nilai angsuran tiap bulannya. Maka, bank akan melakukan hold 1 kali angsuran. Uang ini disimpan di rekening koran pinjaman Anda dan tidak bisa dicairkan hingga jangka waktu kredit berakhir. 

Biaya Perjanjian Kredit
Surat perjanjian ini dibuat oleh notaris dengan ketentuan biaya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Biaya Akta Jual Beli (AJB) dan Bea Balik Nama (BBN)
Biaya ini dikenakan terhadap surat jual beli yang timbul dari proses itu sendiri. Setelah itu baru dilakukan balik nama dari penjual ke pembeli. Biayanya tergantung aturan dan ketentuan yang sudah diberlakukan.

Biaya Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT)
Ini adalah jaminan pelunasan hutang pembelui rumah KPR pada pihak bank selaku penyalur KPR. Besar biaya termuat dalam akta pemberian hak tanggungan dan tergantung dari jumlah nominal KPR rumah yang dicairkan oleh bank penyalur. Biasanya sekitar Rp1 juta - Rp2 juta.

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga di Rumahku.com!