Indonesia Masih Jauh Dari 'Bubble' Properti

Berita Properti,

Berita Terkait:

Bubble properti /rel estate atau gelembung properti ditandai dengan melonjaknya harga perumahan akibat meningkatnya permintaan dan spekulasi. Kenaikan harga ini diibaratkan seperti gelembung udara yang terus membesar.
 
Pada titik tertentu, permintaan akan 'mandek' atau terjadi kelebihan pasokan rumah sehingga harga mulai menurun. Inilah yang kemudian diartikan gelembung mulai menyusut. Situasi ini bisa terjadi dalam skala lokal maupun global, dan pecahnya gelembung properti ini mampu menimbulkan resesi ekonomi.
 
Managing Direktur Corporate Strategy and Service Sinar Mas Land Iskak Chandra mengatakan, bahwa bubble properti belum akan terjadi. 
 
"Penyebab faktor Indonesia masih jauh dari bubble antara lain sikap investor yang masih wait and see terhadap industri perumahan," katanya kepada wartawan di XXI Lounge, Senayan, Jakarta, (10/4).
 
Selain itu faktor lain yaitu  ketika investor punya expected return yang tidak tercapai, dimana mereka beli properti dan menginginkan yield lima persen. Ternyata, hanya dua persen yang terjadi. Atau, mereka ingin cepat menjual kembali, ternyata pada saat ingin menjual, mereka tak bisa menjual sesuai harapan.