Hotel Bintang Tiga Kian Marak di Ibukota

Berita Properti,

Berita Terkait:

Riset konsultan properti Coldwell Banker Comercial menyatakan bahwa pasokan kumulatif hotel di Jakarta terhitung hingga akhir 2012 lalu bertambah sekitar 6,9 persen menjadi 26.440 kamar. Lebih jelas dikutip melalui harian Kontan, pasokan hotel ini di dominasi oleh hotel berbintang empat sekitar 39,77 persen, di ikuti hotel berbintang lima sekita 36,11 persen dan disusul hotel berbintang tiga sebanyak 24,13 persen. Namun tingkat okupansi tertinggi justru mengarah pada hotel berbintang tiga yaitu 70,68 persen. Sementara hotel berbintang empat okupansi hotel mencapau 67,62 persen dan 64,17 persen untuk okupansi hotel berbintang lima. “Kebanyakan tamu hotel sepanjang tahun 2012 adalah pebisnis dan pemerintah,” ungkap Manajer Riset Coldwell Banker, Meyriana Kesuma.

Beliau juga memproyeksikan persaingan kerap terjadi di pasar hotel bintang tiga dan empat yang kian sengit, setidaknya hingga dua tahun kedepan. “Melihat kinerja hotel bintang tiga yang lebih baik, pengembang akan lebih banyak membangun hotel di kelas tersebut (bintang tiga),” tambahnya. Menariknya, mayoritas hotel yang beroperasi di Ibukota Jakarta sepanjang 2012 ini berlokasi di CBD (Central Business District). Perkembangan hotel di luar CBD disinyalir mengikuti proyek komersial lainnya seperti apartemen, perkantoran, hingga kondominium.

Sementara itu, perusahaan riset properti Jones Lang Lasalle Indonesia mencatat pasokan hotel berbintang di Jakarta diperkirakan bertambah 2.337 kamar hingga 2014. Potensi penambahan pasokan hotel baru ini sebagian besar berlokasi di Jakarta Pusat dan Selatan yang menjadi pusat bisnis. "Di daerah sentra bisnis, dimana terdapat banyak gedung komersial dan perkantoran, di situ banyak terdapat proyek hotel baru,"ujar Anton Sitorus, Kepala Riset Jones Lang Lasalle Indonesia.

Temukan info rumah dijual hingga rumah dijual murah dengan cara mudah. Sekaligus pasang iklan rumah gratis yuk! Semua cuma ada di situs properti No.1 di Indonesia Rumahku.com