Hanya Satu Kota di China Catat Pertumbuhan Harga Rumah, 68 Kota Lainnya Anjlok

Berita Properti,

Berita Terkait:

Sektor properti yang sedang mengalami perlambatan di China mempunyai dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah-rumah baru. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Biro Statistik Nasional setempat, hanya kota Xiamen saja yang mengalami pertumbuhan harga positif sebanyak 0,2 persen. Sedangkan 68 kota lainnya yang masuk dalam sampel survei tersebut mencatatkan pertumbuhan yang kurang baik dan 1 kota sisanya memperlihatkan kestabilan harga rumah.

Jumlah ini merosot jika dibandingkan dengan penurunan harga yang terjadi selama Agustus 2014 silam, yang hanya berjumlah 64 kota saja. Dua kota yang mengalami penurunan paling signifikan adalah Guangzhou dan Mudanjiang di Provinsi Heilongjiang, yang mencatatkan penurunan sebesar 1,4 persen. Walau mengalami penurunan, secara keseluruhan harga rumah-rumah baru yang berada di sampel survei tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013 silam.

“Sebagian besar kota-kota yang berada di China mencatatkan penurunan harga bulan lalu. Namun penurunan ini menjadi semakin tipis. Hal ini juga terjadi di pasar sekunder,” tutur Liu Jianwei, Kepala Biro Statistik Nasional, seperti informasi yang dirangkum Rumahku.comJum’at (19/9).

Diperkirakan penurunan ini bisa terjadi karena buruknya sentimen pasar yang menekan saham para pengembang di China. Harga saham KWG Property Holdings bahkan mengalami penurunan 3,44 persen. 

Hal ini merupakan penurunan harga saham yang paling tajam. Sementara itu, saham milik Hopson Development dan Wuzhou International Holdings anjlok drastis dengan turun sebanyak 3,22 persen dan 3,2 persen.

 

 

 

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijualsewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga,GRATIS di Rumahku.com!