DPRD DKI Menolak Pembangunan Light Rail Transit Tahun Depan

Berita Properti,

Berita Terkait:

Tahun depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana untuk mulai membangun transportasi massal berbasis Light Rail Transit (LRT). Namun, rencana tersebut justru ditolak oleh DPRD DKI Jakarta. 

Setelah melakukan pembahasan yang cukup panjang, Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta akhirnya menolak rencana pembangunan LRT (
Light Rail Transit). Alasannya, konsep pembangunan masih belum jelas hingga saat ini. 

Terkait hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki 
Tjahaja Purnama (Ahok) tampak santai menanggapi penolakan tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek pembangunan akan tetap dilanjutkan walaupun tanpa dukungan DPRD DKI. Menurutnya proyek tersebut dapat dilimpahkan kepada pihak swasta yang bersedia.

"Enggak apa-apa, nanti bisa kami tawarkan rencana pembangunan LRT ke swasta atau properti," ujarnya, seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

Adapun rencana pembangunan LRT meliputi 7 rute, dimana masing-masing rute membutuhkan sekitar Rp 7,5 triliun. Berikut ke-7 rute tersebut.

  1. Kebayoran Lama-Kelapa Gading (21,6 km) 
  2. Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km)
  3. Pesing-Kelapa Gading (20,7 km)  
  4. Pesing-Bandara Soekarno-Hatta (18,5 km)  
  5. Cempaka Putih-Ancol (10 km)
  6. Joglo-Tanah Abang (11 km)  
  7. Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km) 

     

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga, GRATIS di Rumahku.com!