Aturan KPR Inden Buat Pembangunan Rumah Makin Loyo

Berita Properti,

Berita Terkait:

Aturan pengetatan KPR Inden yang dikeluarkan Bank Indonesia dirasakan sebagian pengembang akan berdampak buruk terhadap bisnis properti saat ini. Bank Indonesia memberikan aturan yang melarang penggunaan fasilitas KPR inden untuk KPR rumah kedua dan seterusnya. 
 
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Indonesia Property Watch (IPW) dalam situs resmi IPW, Ali tranghada dalam situs resmi IPw.
 
Menurut Ali keputusan BI terhadap KPR inden pada rumah kedua dipastikan bakal memberatkan pengembang properti. Terutama akan berdampak kepada para pengembang yang biasanya membangun rumah dalam jumlah banyak.
 
"Adanya aturan ini maka para pengembang harus mengurangi pembangunannya," kata Ali, (4/10).
 
Namun disisi lain dengan adanya aturan ini para pengembang dapat menggunakan uang pinjaman dari perbankan, tidak hanya untuk membangun apartemen atau perumahan tapi digunakan untuk membeli tanah juga.
 
"Pengembang nakal tidak bisa bermain-main lagi dengan dana yang diberikan oleh perbankan serta bisa menekan buble properti serta menekan rasio non performing loan (NPL) perbankan," ujarnya. 
 
Diketahui Bank Indonesia (BI) akhir September tahun ini mengeluarkan kebijakan melarang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) inden untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya. Menurut BI kebijakan tersebut bertujuan untuk meredam pembelian properti.