Akuisisi BTN, Bagaimana Nasib KPR Bersubsidi?

Berita Properti,

Berita Terkait:

Ketua Serikat Pekerja Bank Tabungan Negara (BTN) Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.
 
"Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan, hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya seperti dikutip dalam laman Antara.
 
Pada Minggu (20/4), ribuan karyawan BTN melaksanakan demonstrasi dalam rangka penolakan terhadap rencana Kementerian BUMN yang telah memberikan dukungan kepada Bank Mandiri untuk mengakuisi saham BTN.
 
Kementerian BUMN telah melayangkan surat izin prinsip untuk penyelenggaraan RUPS dengan agenda mengambil alih saham dwiwarna di Bank BTN. Jelas hal ini bertentangan dengan kesepakatan politik dengan DPR-RI yang menetapkan BTN sebagai bank tunggal dan berdiri sendiri.
 
Kementerian BUMN beralasan melalui akuisisi maka aset Bank Mandiri akan meningkat sehingga menjadi bank besar yang mampu bersaing di regional bahkan internasional, sedangkan BTN sebagai anak usaha diharapkan dapat meningkatkan program perumahan untuk rakyat.
 
Padahal, kata Satya, tidak ada di negara manapun bank memiliki anak usaha yang bergerak di sektor yang sama karena tidak efisien kecuali anak usaha itu merupakan bank syariah.
 
Satya mengatakan, rencana akuisisi ini memunculkan suasana kekhawatiran kehilangan pekerjaan bagi karyawan BTN, serta adanya dugaan mempermainkan saham BTN melalui berbagai isu semacam itu.
 
Apabila pada tahun 2013 status direksi BUMN sengaja dibuat tidak jelas sehingga harga saham BTN anjlok sampai Rp800, kemudian pada April 2014 sengaja dibuat isu akuisi sehingga harga saham terkerek sampai Rp1.200, ungkap Satya.
 
Satya mengatakan, SP Bank BTN menolak rencana akuisisi atau merger dengan Bank Mandiri karena keduanya memiliki mazhab berbeda, Mandiri bank corporate sedangkan BTN bank retail sehingga kalau dipaksakan penggabungan itu akan berpotensi gagal dan menimbukkan PHK.