4 Hal Yang Harus Ada Pada Konsep Kota Pintar

Oleh: 29 Nov 2016, 10:00 WIB | 1935 Pembaca
Foto: flickr/un_photo

Seiring perkembangan zaman, banyak orang mengidamkan sebuah konsep kota pintar (smart city), kota yang terkelola dengan baik, kota yang jauh dari masalah, kota yang aman bagi siapa pun, dan juga kota yang dapat menunjang mobilitas masyarakatnya kapan pun dan di mana pun.

Konsep kota pintar semacam itu memang berat untuk diterapkan, namun bukan berarti tidak mungkin. Jika diterapkan dengan bertahap dan konsisten, bukan hanya kota, setiap daerah bisa saja menjadi sebuah kawasan pintar.

BACA JUGA : 5 INSPIRASI INTERIOR UNIK

Farid Subkhan, Founder & CEO Citiasia Inc memberi empat poin penting yang harus diterapkan oleh sebuah kawasan jika ingin mendapat predikat 'pintar', antara lain:

1. Readiness

Readiness ini dikatakan Farid adalah kesiapan masyarakat dalam menerima perkembangan teknologi. Bukan hanya masyarakat umum, tapi juga pemerintah di kawasan tersebut. Pasalnya, jika tiap individu mampu memaksimalkan inovasi teknologi yang terjadi, maka potensinya bisa diperas hingga maksimal.

"Yang jadi masalah adalah tidak adanya edukasi soal itu. Dari sisi pemerintah selaku center misalnya, di daerah banyak yang bilang bahwa mereka (pegawai pemerintah) tidak begitu paham soal teknologi. Itu kan berarti kurang edukasi, seharusnya pemerintah bisa menyisihkan beberapa persen anggaran untuk pelatihan, bukan malah mengeluh soal SDM," ujar Farid.

2. Struktur

Struktur ini mengacu pada demografis sebuah wilayah. Ya, lokasi yang berbeda akan menciptakan masalah yang juga berbeda, sehingga penyelesaiannya pun kerap berbeda. Dataran rendah misalnya, masalah banjir tentu harus jadi perhatian utama, berbeda dengan mereka yang tinggal di dataran tinggi atau pegunungan, yang lebih menyukai penanganan tentang jalan terjal atau suhu yang terlalu dingin.

3. Infrastruktur

Ketika berbicara kota pintar, yang terbayang tentu saja soal keberadaan infrastruktur yang memukau, maka tak heran jika infrastruktur selalu jadi rujukan yang pertama. Misalnya dengan keberadaan command center atau CCTV di berbagai tempat.

"Infrastruktur memang baik, tapi yang terjadi berikutnya jika tidak ada edukasi lebih lanjut adalah, CCTV cuma digunakan untuk melihat saja, tidak ada langkah lanjutan," tukas Farid.

4. Superstruktur

Terakhir adalah membuat kebijakan yang mengatur kesejahteraan masyarakat. Misalnya tata cara penggunaan berserta sanksi yang menghukum jika ada pelanggaran.

"Semuanya merupakan suatu kesatuan. Dalam penerapannya, menunggu kesiapan masyarakat tentu akan memakan waktu lama, jadi keempatnya harus dibenahi berbarengan," tutupnya.

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga di Rumahku.com!

Browser Anda tidak mendukung sistem minimum yang dibutuhkan oleh Rumahku.com.

Silakan menggunakan salah satu dari browser berikut:

Saat ini Anda sedang melihat seluruh properti yang berada di Jakarta Barat, Jakarta.

Anda juga dapat memilih kota properti lain yang Anda minati.

atau, tampilkan properti di wilayah ini : Jakarta Barat, Jakarta