Yuk, Kenali Jenis Kain Pelapis Untuk Mempercantik Rumah

Yuk, Kenali Jenis Kain Pelapis Untuk Mempercantik Rumah

22 January 2013 / Interior / () Komentar
Ditulis oleh

Kain merupakan bahan yang biasa dipakai untuk berbagai keperluan, seperti sarung bantal, seprai, pelapis kursi busa, pelapis sofa, tirai, taplak meja ataupun sekedar pelapis untuk menutupi furnitur tak terpakai supaya terhindar dari debu.

Nah, ada beberapa jenis bahan kain yang perlu diketahui, karena berbeda bahan berbeda pula daya tahan kainnya dan berbeda pula cara mencuci dan menggunakannya.

Berikut pembahasan mengenai bahan-bahan kain yang sering dipakai untuk kain pelapis furnitur di rumah.

Katun

Kain jenis katun sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu sebagai bahan pakaian, taplak meja, tirai atau gorden, atau bahkan sebagai sarung bantal, selimut dan seprai. Keunggulan kain katun adalah bahannya yang tebal dapat memberikan kehangatan dan teksturnya yang lentur menjadikan kain ini mudah untuk dijahit dan diaplikasikan menjadi berbagai macam jenis penggunaan kain pelapis.  Harganya yang relatif murah, kuat, praktis, awet, mudah dicuci dan mudah perawatannya, membuat kain jenis ini menjadi populer di kalangan ibu rumah tangga.

Linen

Kain linen ini cenderung lebih mahal dibanding kain katun dikarenakan teksturnya lembut, dingin, kuat, mudah dilipat. Biasanya bahan linen ini sering diaplikasikan sebagai taplak meja dan serbet, karena teksturnya yang mudah dilipat dan sangat cocok untuk dibentuk menjadi hiasan meja. Jadi tidak heran jika restoran-restoran mewah sering menggunakan bahan ini sebagai taplak meja yang memberi kesan mewah. Namun sifat bahannya yang dingin membuat kain ini juga sering digunakan sebagai gorden, selimut, sarung bantal, dan seprai pada fasilitas kamar tidur rumah sakit.

Kain Tenun dan Rajut

Kain tenun dan rajut juga bisa dimanfaatkan sebagai sarung bantal, taplak meja, selimut, seprai, sarung bantal ataupun tirai yang mendukung tema ruangan bergaya etnik atau bergaya feminin. Kain tenun dapat dijadikan penghias ruangan yang memberi kesan eksotis, etnik dan tradisional. Sedangkan kain rajut, bisa memberikan suasana hangat, feminin, lembut dan ceria, terutama jika menggunakan warna-warna yang cerah.

Hanya saja mencuci kedua jenis kain rapuh ini memang harus hati-hati, supaya warna kain tidak pudar, berbulu atau bahkan rusak. Oleh karena itu, jangan pernah cuci kedua bahan ini dengan menggunakan mesin cuci agar tidak berbulu dan kusut, sebaiknya kucek ringan dengan tangan selama beberapa menit lalu keringkan. Untuk menghindari memudarnya warna jangan menjemur kedua kain ini di bawah sinar matahari langsung dan jangan disetrika terlalu panas. Dengan cara ini, bahan pelapis menggunakan kain tenun maupun kain rajut milik Anda akan awet dan tahan lama.

Sumber: harian kompas klasika