Tanaman Anggrek Sulit Berbunga? Simak Tips Berikut Ini!

Tanaman Anggrek Sulit Berbunga? Simak Tips Berikut Ini!

02 March 2013 / Eksterior / () Komentar
Ditulis oleh

Merawat tanaman anggrek memang membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Sama seperti halnya dengan merawat anak, membuatnya berbunga sesering mungkin adalah pekerjaan yang sangat sulit, membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Kira-kira apa ya tipsnya untuk membantu Anggrek Anda cepat berbunga? Berikut tips yang Rumahku kumpulkan dari berbagai sumber untuk Anda yang ingin mencoba memelihara Anggrek dengan baik.

Contoh Taman Cantik Yang Dipenuhi Tanaman Anggrek

Contoh Taman Cantik Yang Dipenuhi Tanaman Anggrek

Contoh Taman Cantik Yang Dipenuhi Tanaman Anggrek

Sabar, Disiplin, Rutin. Itulah kunci untuk memelihara Anggrek agar tetap hidup. Anggrek merupakan tanaman yang tumbuh kembangnya termasuk sangat lambat dan agak “manja”. Jadi jika Anda ingin merawat anggrek, yang dibutuhkan adalah niat dan totalitas dalam melakukannya. Perlakukan ia dengan sabar, pupuki dan sirami secara teratur, tempatkan ia di tempat yang ia suka sesuai jenis Anggreknya dan selalu awasi agar Anggrek Anda tidak ditumbuhi jamur atau bakteri. Anda harus sabar melakukannya dalam jangka waktu lama, karena tak menutup kemungkinan Anggrek Anda baru akan berbunga setelah 1 sampai 3 tahun perawatan. Semakin baik dan teratur perawatannya, maka akan semakin cepat Anda menikmati bunganya yang mekar indah.

Untuk Membuat Anggrek Mekar dengan Indah Butuh Perawatan Teratur dan Kesabaran Tinggi

Untuk Membuat Anggrek Mekar dengan Indah Butuh Perawatan Teratur dan Kesabaran Tinggi

Kenali jenis Anggrek yang Anda pelihara. Anggrek apa yang kini sedang Anda pelihara? Apakah Anggrek alam (Species) atau anggrek Hybrid (Silang)? Anggrek hybrid biasanya butuh perawatan lebih dan nutrisi lebih banyak ketimbang anggrek alami. Contoh anggrek yang paling mudah dirawat dan dibudidayakan adalah jenis dendrobium dimana bisa tumbuh sangat baik dengan penggunaan pupuk kimia. Sedangkan anggrek alam yang sering kita lihat di hutan tropis lebih seperti phalaenopsis (Anggrek Bulan) lebih menyukai pupuk organik. Anggrek alam lain seperti bulbophyllum yang sering tumbuh liar di bawah naungan pohon-pohon besar di hutan Kalimantan, sangat butuh naungan untuk melindunginya dari sinar matahari berlebih, sedangkan jenis dendrobium lebih tahan terhadap panas. Namun, Phalaenopsis merupakan jenis Anggrek yang paling sedikit butuh sinar matahari, dimana hanya sebanyak 20%. Untuk jenis lain, Anda bisa memberi asupan cahaya matahari sebanyak 40-60%. Hal ini penting untuk diperhatikan untuk memelihara kelembaban dan suhu yang disukai Anggrek.

Kebanyakan Anggrek Species seperti Anggrek Bulan atau Phalaenopsis (atas) dan Bulbophyllum (bawah) Membutuhkan Naungan, karena Pada Habitat Asli Mereka Sering Tumbuh di Bawah Rindang Pohon yang Melindungi dari Sinar Matahari Berlebih

Kebanyakan Anggrek Species seperti Anggrek Bulan atau Phalaenopsis (atas) dan Bulbophyllum (bawah) Membutuhkan Naungan, karena Pada Habitat Asli Mereka Sering Tumbuh di Bawah Rindang Pohon yang Melindungi dari Sinar Matahari Berlebih

Kebanyakan Anggrek Species seperti Anggrek Bulan atau Phalaenopsis (atas) dan Bulbophyllum (bawah) Membutuhkan Naungan, karena Pada Habitat Asli Mereka Sering Tumbuh di Bawah Rindang Pohon yang Melindungi dari Sinar Matahari Berlebih

Jangan menyiram terlalu banyak, karena dapat membuat akar Anggrek membusuk. Anggrek lebih tahan hidup dalam kekeringan dibandingkan kondisi yang terlalu basah, karena rawan terkena infeksi jamur dan bakteri. Oleh karena itu cukup  sirami 1-2 kali sehari untuk jenis anggrek dendrobium, oncidium dan cattleya. Sedangkan untuk anggrek monopodial yang hanya punya satu titik tumbuh seperti phalaenopsis dan vanda bisa disiram lebih sering dari 2-3 kali sehari. Waktu paling baik untuk menyiram adalah pagi hari dari jam 7-9 pagi dan sore hari jam 15-17 sore. Namun, jika sekiranya akan hujan lebih baik anggrek tidak disiram untuk menghindarkannya dari kondisi yang terlalu lembab. Selain itu siramlah anggrek Anda menggunakan spray atau semprotan untuk menghindarkan Anggrek mendapat terlalu banyak air.

Untuk Jenis Anggrek Dendrobium, Sangat Baik Jika Menggunakan Pupuk Kimia. Cukup Sirami 1-2 kali Dalam Sehari.

Untuk Jenis Anggrek Dendrobium, Sangat Baik Jika Menggunakan Pupuk Kimia. Cukup Sirami 1-2 kali Dalam Sehari.

 

Untuk Jenis Anggrek Bulan atau Phalaepnosis Sebaiknya Disiram 2-3 kali Sehari Karena Punya Lebih Dari Satu Titik Tumbuh Sehingga Butuh Lebih Banyak Air. Anggrek jenis Ini Biasanya Lebih Menyukai Pupuk Organik dibanding KimiaUntuk Jenis Anggrek Bulan atau Phalaepnosis Sebaiknya Disiram 2-3 kali Sehari Karena Punya Lebih Dari Satu Titik Tumbuh Sehingga Butuh Lebih Banyak Air. Anggrek jenis Ini Biasanya Lebih Menyukai Pupuk Organik dibanding KimiaUntuk Jenis Anggrek Bulan atau Phalaepnosis Sebaiknya Disiram 2-3 kali Sehari Karena Punya Lebih Dari Satu Titik Tumbuh Sehingga Butuh Lebih Banyak Air. Anggrek jenis Ini Biasanya Lebih Menyukai Pupuk Organik dibanding Kimia

Untuk Jenis Anggrek Bulan atau Phalaepnosis Sebaiknya Disiram 2-3 kali Sehari Karena Hanya Punya Satu Titik Tumbuh Sehingga Butuh Lebih Banyak Air. Anggrek jenis Ini Biasanya Lebih Menyukai Pupuk Organik dibanding Kimia

Perhatikan cara pemupukan sesuai fase tumbuh Anggrek. Fase tumbuh anggrek terdiri atas dua tahapan, yakni fase vegetatif dan generatif. Fase vegetatif merupakan fase dari penyemaian hingga menjadi anggrek muda. Pada tahap ini pupuk yang sangat dibutuhkan adalah pupuk yang banyak mengandung unsur N yang kaya protein, dimana dapat mempercepat pertumbuhan dan pembelahan sel pada Anggrek. Pada fase generatif, atau saat bunga Anggrek telah dewasa dan siap berbunga, Anda bisa memperbanyak pupuk yang mengandung unsur P (Phospor) tinggi, dimana berfungsi untuk merangsang pertumbuhan bunga lebih cepat. Sebaiknya pupuk anggrek Anda di pagi hari ketika mulut daunnya sedang terbuka, yakni sekitar jam 8-10 pagi atau bisa juga dilakukan pada sore hari sekitar 15-17, sehingga proses penyerapan nutrisi menjadi lebih cepat. Pemupukan sebaiknya dilakukan lewat daun dibandingkan lewat akar karena daun punya daya serap lebih besar dibanding akar. Hindari menabur pupuk langsung pada pot, karena yang terserap hanya pupuk yang terbawa oleh air menuju akar, dan yang lain justru akan mengendap dan menjadi biang tumbuhnya penyakit.

Perhatikan juga kelembaban dan suhu udara yang disukai Anggrek. Anggrek sangat menyukai tempat dingin, sehingga akan tumbuh baik jika berada di dataran tinggi atau di daerah dengan suhu 15-35 derajat celcius. Namun, suhu yang paling baik mendukung tumbuh kembang anggrek adalah sekitar 21 derajat celcius, dengan sirkulasi udara baik dan kelembaban udara mencapai 65 sampai 70 %.

Terakhir, ganti pot tanaman jika pot sudah padat dengan tunas baru atau pot sudah tidak cukup menampung akar yang sudah makin besar dan kompleks. Ganti juga pot sesegera mungkin bila sudah banyak ditumbuhi lumut atau jika media tanam sudah hancur, lapuk atau tidak layak pakai lagi. Sebaiknya gunakan pot yang terbuat dari tanah liat dibanding yang plastik, karena memiliki lubang drainase yang baik dari bagian sisi-sisinya maupun di bagian bawahnya. Selain itu tanah liat juga bisa melindungi kelembaban pada anggrek dan melindunginya dari panas sinar matahari berlebih dan tentunya lebih berat dan stabil sehingga tidak mudah roboh.

Pot Tanah Liat Merupakan Media Tanam Paling Ideal Untuk Memelihara AnggrekPot Tanah Liat Merupakan Media Tanam Paling Ideal Untuk Memelihara Anggrek

Pot Tanah Liat Merupakan Media Tanam Paling Ideal Untuk Memelihara Anggrek

Sumber: (Berbagai Sumber)