REI: Kebijakan BI Akan Matikan Sektor Properti

REI: Kebijakan BI Akan Matikan Sektor Properti
Diketahui Bank Indonesia menerapkan larangan kredit pemilikan rumah (KPR) indent bagi rumah kedua dan seterusnya. Peraturan tersebut berlaku mulai hari ini, 30 September 2013. 
 
Aturan tersebut diterbitkan BI dalam Surat Edaran (SE) terkait penyempurnaan ketentuan Loan to Value (LTV) atau Financing to Value (FTV) untuk kredit kepemilikan properti dan kredit konsumsi beragunan properti.Dalam Surat Edaran Bank Indonesia (BI) No. 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013, BI mengatur besaran pembiayaan kredit rumah kedua, ketiga, dan seterusnya.
 
Menurut Real Estat Indonesia (REI) kebijakan Bank Indonesia (BI) tersebut juga dikhawatirkan mendorong pemutusan hubungan kerja (PHK) 180 ribu karyawan sektor properti.
 
"Larangan KPR indent bagi rumah kedua dan seterusnya akan mematikan sektor properti secara perlahan. Pasalnya KPR indent merupakan salah satu sumber pendanaan pengembang karena tidak ada kredit konstruksi," katanya belum lama ini di Jakarta.
 
Jika tetap dipaksakan, lanjutnya, sekitar 180 ribu tenaga kerja di sektor ini akan kehilangan pekerjaan. Akibat penerapan aturan ini, banyak pengembang menengah bawah yang sulit membangun rumah. Sebab, selama ini KPR indent menjadi sumber permodalan.
 
"Bagi pengembang besar, aturan ini juga akan menghentikan pasokan rumah karena mayoritas bank memutuskan untuk tidak memproses dan melakukan akad kredit pascapenerapan aturan tersebut pada 30 September 2013," ungkapnya. 
Daftar Email Diskusi
Kirimkan email untuk Saya ketika ada artikel baru yang ditayangkan

komentar anda

Loading