Penyatuan Zona Waktu di Indonesia, Menguntungkan Atau Merugikan?

Penyatuan Zona Waktu di Indonesia, Menguntungkan Atau Merugikan?

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, menyatakan bahwa rencana penyatuan zona waktu di Indonesia masih menunggu waktu yang tepat. Hal ini dikatakan Hatta ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, pada bulan Agustus lalu tahun 2012. Menurutnya rencana penyatuan zona waktu ini masih terhambat dikarenakan pemerintah butuh waktu untuk menyamakan pemahaman di masyarakat mengenai peraturan baru yang bisa dibilang mengundang banyak kontroversi ini.

Menurut Hatta, sebenarnya pelaksanaannya hanya tinggal menunggu waktu saja, namun karena timbul tentangan yang cukup vocal dari masyarakat, menyebabkan pemerintah saat ini masih akan melakukan pengukuran untuk mengantisipasi dampak perubahan akibat penyatuan zona waktu. Oleh karena itu, beliau belum bisa memastikan kapan penyatuan zona waktu ini betul-betul akan diterapkan, walaupun pada rencananya, pemerintah akan mulai menyatukan zona waktu pada 28 Oktober 2012.

Beliau mengungkapkan, bahwa sebenarnya hal ini tidak perlu ditentang, karena bermanfaat banyak sekali di berbagai sektor, tidak hanya bermanfaat di pasar modal saja. Penyatuan zona waktu dinilai bisa mendatangkan manfaat ekonomi hingga mencapai 1.200 triliun rupiah yang diperoleh dari transaksi bursa, perdagangan dalam dan luar negeri di berbagai sektor, pariwisata dan aktivitas di sektor transportasi. Sejumlah negara yang menggunakan GMT +8 adalah China, Korea, Singapura, dan Malaysia. Jika zona waktu baru diberlakukan, waktu transaksi dagang kita akan sama dengan negara-negara tersebut.

Pemerintah yakin bila GMT +8 ini diterapkan di seluruh wilayah Indonesia dapat mendorong percepatan ekonomi nasional dan perluasan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Manfaat lainnya, komunikasi antar perusahaan yang berbeda wilayah juga jadi lebih efektif. Penyebarluasan informasi berbasis teknologi juga tidak terhalang selisih waktu.

Bisnis jasa logistik nasional juga akan meningkat. Dunia penerbangan, dapat menarik keuntungan dari kebijakan ini melalui flight time arrangement yang jadi jauh lebih mudah, hal ini kemudian berdampak pada efisiensi pengaturan jumlah awak pesawat dan peningkatan volume penerbangan.

Namun tetap saja mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan penyatuan zona waktu di Indonesia itu merupakan langkah yang ngawur dan mengorbankan 200 juta jiwa masyarakat Indonesia. JK juga membantah bahwa penyatuan waktu akan memperbaiki kinerja pasar modal. Sebab menurut dia, pasar modal di berbagai belahan dunia sampai saat ini juga memiliki jam pembukaan pasar yang berbeda-beda. Jadi, seharusnya jika mau pasar modal menjadi produktif, cukup melibatkan koordinasi antar perusahaan yang bekerja di pasar modal saja, kenapa harus mengeluarkan kebijakan yang mengorbankan 200 juta rakyat Indonesia untuk mengubah cara hidupnya secara drastis?

Menurut Jusuf Kalla lagi, solusi yang bisa disiapkan untuk pasar modal sebenarnya gampang saja, cukup ajukan saja jam pembukaan pasar menjadi jam 08.00, jadi hanya beberapa ribu orang yang bekerja di pasar modal saja yang harus bangun lebih dulu untuk menyesuaikan jam kerja. Tidak perlu beratus-ratus juta warga Negara Indonesia harus ikut-ikutan mengubah cara hidup hanya untuk memenangkan kepentingan pasar modal.

Jika penyatuan zona waktu ini jadi diterapkan, maka bagi mereka yang berada di bagian Barat Indonesia, harus beraktivitas lebih pagi atau lebih gelap dari sebelumnya. Jika seperti ini, tentunya akan mengacaukan waktu shalat subuh bagi orang-orang yang beragama muslim. Penyatuan zona waktu ini justru akan menimbulkan pemborosan energi, karena hampir 200 juta jiwa masyarakat di wilayah Barat harus menyesuaikan satu jam lebih awal. "Artinya ketika beraktivitas hari masih gelap dan mereka akan mulai menyalakan listrik lebih dulu", kata Beliau lagi.

Jadi, apakah penyatuan zona waktu justru akan bermanfaat bagi seluruh aspek kehidupan atau berdampak sebaliknya?

 

 

 

Sumber: tribunnews.com, tempo.co, kaskus.co.id dan Berbagai sumber

Daftar Email Diskusi
Kirimkan email untuk Saya ketika ada artikel baru yang ditayangkan

komentar anda

Loading