Mengupas Sumber Polusi Udara di Rumah
2SHARE

Mengupas Sumber Polusi Udara di Rumah

  • 01 April 2013 / Interior
  • Ciptakan Selalu Rumah Nan Bersih dan Sehat

Polusi udara bukan hanya berasal dari asap knalpot kendaraan, asap rokok hingga asap dari industri yang biasa di alami di luar rumah. Bahkan polusi udara juga dapat mengancam kesehatan meski berada di dalam rumah bahkan ruangan. Zat yang bisa mengakibatkan pencemaran di sebut polutan. Bila zat tersebut merugikan makhluk hidup lainnya, maka bisa saja hal tersebut disebut dengan polutan. Misalnya karbon dioksida (CO2) dengan kadar 0,033% di udara seperti pada tumbuhan namun bisa pula lebih dari kadar tersebut dan tentunya akan memberi efek yang tidak baik terhadap lingkungan hunian Anda. Suatu zat bisa disebut polutan jika jumlahnya melebihi jumlah normal, berada pada waktu dan juga tempat yang tidak tepat. Inilah beberapa sumber polusi udara di rumah yang perlu Anda perhatikan.

Barang Elektronik & Produk Plastik

Saat baru membeli barang elektronik dan produk plastik, beri ventilasi yang cukup besar pada rumah hingga bau kimianya menghilang. Bersihkan menggunakan penyedot debu pada komputer, printer dan televisi secara rutin. Produk-produk yang terbuat dari polyvinyl chloride yang mengeluarkan phthalates, zat yang sering dihubungkan pada penyebab hormon tidak normal dan masalah reproduksi. Plastik juga bisa memicu pelepasan bahan kimia polybrominated diphenyl ether, yang berpotensi menyebabkan perubahan perilaku. Jadi pastikan untuk memberi ventilasi yang baik agar pertukaran udara di dalam rumah menjadi lebih bersih.

Cat Tembok

Cat tembok bisa mengeluarkan zat VOC ketika mengering, yang bisa sebabkan sakit kepala, mual atau pusing. Jika penderita asma juga wajib mengenakan masker selama proses pengecatan hingga cat benar-benar kering karena bisa saja mengalami gangguan pernafasan akut. Begitu juga dengan pembersih bahan adhesive dan cat semprot, juga mengandung methylene chloride yang bisa menyebabkan kanker pada binatang. Agar efek cat bisa dikurangi, gunakan cat yang rendah kandungan VOC nya. Saat mengecat tembok atau peralatan rumah, buka jendela dan pintu lebar-lebar dan ciptakan ventilasi udara dengan kipas angin. Jangan lupa untuk mengenakan masker saat mengecat.

Menyalakan Mesin Mobil di Garasi Tertutup

Inilah salah satu kehiatan yang berbahaya dan bisa menjadi sumber polutan di rumah Anda. Bila proses pembakaran di mesin tidak sempurna, maka proses pembakaran itu menghasilkan gas CO (karbon monoksida) yang keluar memenuhi ruangan. Hal ini tentu akan membahayakan orang yang ada di garasi tersebut. Selain itu, menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dalam keadaan tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam mobil, sehingga dapat menyebabkan kematian.

Oven, Microwave, Hingga Kompor

Perangkat rumah yang memancarkan panas, terutama kompor gas yang bisa berpotensi menghasilkan gas karbon monoksida yang bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, lelah bahkan kematian jika ventilasi rumah sangat buruk.

Perangkat pemanas juga bisa menghasilkan nitrogen dioksida yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan masalah pada mata, hidung serta infeksi tenggorokan. Jadi pastikan agar barang elektronik rumah tangga ini di tempatkan pada sudut dengan ventilasi yang baik. Seperti ventilasi dekat kompor agar asap saat memasak juga bisa ditukar dengan udara di luar.

Lem dan Zat Perekat

Lem, selotip atau bahan perekat lainnya mungkin mengandung volatile organic compounds (VOC) seperti aseton atau methyl ethyl ketone. Zat-zat tersebut bisa membuat iritasi pada mata dan memengaruhi sistem nerves. Semen pada karet, mengandung n-hexane, semacam toksin yang menyerang sistem saraf. Sementara bahan perekat umumnya mengandung toxic formaldehyde yang juga berbahaya bagi tubuh. Pilih lem yang berbahan dasar air dan bebas formaldehyde. Saat mengoleskan lem, pastikan ventilasi rumah terbuka dengan baik.

 Karpet Baru

Karpet atau pelapis dinding baru biasanya menimbulkan bau bahan kimia yang menyengat. Itu karena karpet baru menyebarkan 4-PC, suatu bahan kimia pada bagian bawah karpet untuk menjaga agar karpet tidak rusak selama disimpan di toko. Bau menyengat seperti lem dan cat ini akan hilang dalam beberapa hari atau minggu. Tapi bagi orang yang sensitif terhadap bahan kimia, bisa menimbulkan sakit kepala, batuk-batuk dan suara parau. Saat akan memasang atau menggelar karpet baru, pastikan pintu dan jendela terbuka agar bau bahan kimia bisa keluar dari ruangan. Usahakan untuk memakai masker saat menggelarnya, dan jauhkan dari anak-anak.

Temukan info rumah dijual hingga rumah dijual murah dengan cara mudah. Sekaligus pasang iklan rumah gratis yuk! Semua cuma ada di situs properti No.1 di Indonesia Rumahku.com

 

Artikel Terkait

Komentar

Loading