Menelusuri Rumah Tersangka Kasus Hambalang, Anas Urbaningrum
2 SHARES

Menelusuri Rumah Tersangka Kasus Hambalang, Anas Urbaningrum

Setelah heboh dengan pernyataan Anas Urbaningrum perihal dirinya yang menyatakan tak terlibat atas aliran dana pada proyek sport center Hambalang di Bogor, Jawa Barat, kini Anas menjadi buah bibir masyarakat karena karena janjinya untuk bersedia digantung di Monumen Nasional jika benar dirinya terlibat sebagai tersangka dalam proyek Hambalang tersebut.

Kini semenjak penetapan tersangka dari KPK terhadap Anas, kini rumah Anas kembali ramai. Rumah Anas yang beralamat di Teluk Semangka Rt 6 Rw 7, Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur sering terlihat sepi dan tertutup rapat.

Rumah Anas

Awak media berseliweran disekitar halaman depan rumah Anas

Menurut sebuah sumber, dulu ketika masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, rumah Anas berdiri hanya di satu kavling tanah. Semakin lama, rumahnya semakin luas. Ia membangun rumah bergaya joglo di atas dua kavling tanah yang terletak persis di sebelah rumahnya yang lama. Dan seolah berkembang seiring perjalanan karier politiknya.

Dari luar pagar, pendopo tersebut tampak jelas lantaran atapnya tinggi menjulang. Atap pendopo disangga kayu-kayu yang terukir rapi. Saat proses pembangunan rumah ini, menurut warga sekitar banyak ditemukan kontainer-kontainer dari luar kota yang membawa kayu-kayu ukir dan perabotan rumah tangga. Sebagian kayu itu digunakan untuk membangun pendopo seluas 10 x 10 meter yang terletak di halaman depan rumah Anas.

Rumah Anas

Saat pembangunan rumah berlangsung, sumber tersebut mengungkapkan rasa heran pada satu bagian rumah. Ada satu bidang lahan digali sangat dalam. Sampai-sampai diperlukan truk untuk membawa tanah sisa galian ke luar area perumahan. "Saya kira akan dibuat kolam renang. Ternyata bukan. Mungkin itu ruang bawah tanah," katanya.

Karya putra-putri dari Anas Urbaningrum dipajang di belakang rumah sebagai tanda dukungan kepada ayahnya, Jakarta, Jumat, 27 Mei 2010.

Jika ditilik dari garasi terbuka rumah Anas, di bawah pendopo, tampak masih ada ruang yang dibangun di bawah permukaan tanah. Hal itu terlihat dari adanya ventilasi dan bata bening di bawah lantai pendopo. Dari balik bata bening itu tampak ada lampu putih menyala. Budi Wicaksono, pemilik toko Sembako di depan kompleks rumah Anas, mengatakan bahwa bangunan baru rumah Anas belum berapa lama dipakai. "Baru dua atau tiga tahun. Pembangunannya sejak dia jadi ketua umum," katanya.

Saat rumahnya baru satu kavling, kata Budi, Anas masih sering datang ke tokonya. "Datang pakai kaus dan celana pendek, sekalian antar anak mampir ke toko," jelasnya. Tapi belakangan, sejak jadi ketua umum, Anas tak pernah tampak lagi.

Saat ini luas bangunan rumah Anas kira-kira setara dengan tiga lapangan basket. Antara bangunan baru dan lama terpisah jalan dua lajur. Gerbang keluar-masuk mobil Anas tersebar di empat penjuru rumah. Wartawan dibuat kelimpungan memantau pergerakan di dalam karena jarak dari gerbang satu dengan yang lainnya tak begitu dekat.

Namun menanggapi tokoh yang kerap kali datang ke rumah Anas khususnya pasca ditetapkannya Anas menjadi tersangka, Tridianto yang juga sahabat Anas, Mantan Ketua DPC Kabupaten Cilacap mengatakan,” Rumah Mas Anas itu selalu terbuka untuk siapa saja. Dan selalu ramai didatangi tokoh-tokoh, dan tidak harus ada momentum,”

Temukan info lengkap mengenai jual rumah online bahkan komplit sampai urusan jual apartemen! Yuk sekalian juga pasang iklan rumah gratis! Semua hadir hanya di portal media properti No.1 di Indonesia, Rumahku.com

 

Sumber : tempo/detik/Berbagai sumber

Artikel Terkait

Komentar

Loading