Lemari "Built In" atau Lemari Siap Pakai?

Lemari "Built In" atau Lemari Siap Pakai?

22 January 2013 / Interior / () Komentar
Ditulis oleh

Cara menyimpan pakaian di rumah sering menantang kreativitas. Apalagi jika kita merupakan orang yang sibuk dan tak punya waktu untuk merapikan kamar tidur. Biasanya di rak banyak tumpukan pakaian dan hanger pakaian yang berserakan. Ya…menyimpan pakaian dan aksesorisnya bisa membuat repot. Lemari kemudian dianggap sebagai jalan keluar penataan namun jika dana terbatas, sering mendorong kita memilih lemari pakaian yang siap pakai. Lemari siap pakai ini memiliki ukuran dang fungsi yang terbatas. Dan kadang seringkali tak sesuai dengan kebutuhan.

Secara umum terdapat 2 jenis lemari yang biasa digunakan, freestanding (siap pakai) dan built in (lemari tanam). Freestanding adalah lemari yang bisa berpindah tempat sehingga posisinya bisa diatur sesuka hati. Lemari jenis ini mudah didapatkan namun penempatannya kadang memakan banyak tempat.

Jika Anda mementingkan sebuah fungsi, maka lemari built-in bisa menjadi pilihan. Lemari ini bisa lebih mengakomodasi kebutuhan sehari-hari. Lemari model ini dibedakan atas tipe fully built in, framed built in, dan sliding door. Tipe fully built in memiliki sisi atas, bawah, belakang, dan samping. Jika pintu lemari dibuka, seluruh sisi penutupnya akan terlihat. Pada bagian bawah terdapat kaki-kaki yang menyatu dengan kerangka. Pintu lemari bisa dibuka tutup menyamping karena terdapat engsel yang dikaitkan pada kerangka. Model ini umumnya dibuat hingga hampir setinggi langit-langit.

Sementara itu, tipe frame built in hanya memiliki sisi bawah atau langsung berbatasan dengan lantai. Lemari ini di desain penuh dari lantai hingga langit-langit. Dinding berperan sebagai bagian belakangnya. Pintu biasanya memakai engsel yang dibuka keatas maupun menyamping.

Adapun tipe sliding door dirancang seperti frame built in namun berpintu geser. Antara pintu geser dan bagian dalam lemari terdapat jarak sekitar 5 cm agar barang-barang didalamnya tidak ikut tergeser atau terjepit. Sebagai pemanis kebanyakan diletakkan cermin di bagian pintunya.

 

 

Sumber : Berbagai sumber