Larangan KPR Indent, Pasar Rumah Second Bakal Menguat
11SHARE

Larangan KPR Indent, Pasar Rumah Second Bakal Menguat

  • 02 October 2013 / Berita Properti
  • Larangan KPR Indent, Pasar Rumah Second Bakal Menguat
Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) akhir September tahun ini mengeluarkan kebijakan melarang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) indent untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya. Menurut BI kebijakan tersebut bertujuan untuk meredam pembelian properti.
 
Menurut Ketua Real Estat Indonesia (REI), Setyo Maharso, kebijakan tersebut waktunya kurang tepat mengingat tren pertumbuhan sektor properti diperkirakan juga sudah mulai melambat akibat kondisi ekonomi yang masih kurang stabil.
 
Dengan kebijakan tersebut diprediksi pasar rumah second akan menguat. Hal tersebut bisa terjadi lantaran perbankan hanya bisa mengucurkan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah jadi, khususnya untuk fasilitas KPR kedua, ketiga, dan seterusnya.
 
"Bisa saja akan ada pergeseran ke rumah second. Namun harus tetap melihat segmen pasarnya seperti apa, dan di daerah mana," ungkap Chief Economist Bank Danamon Anton Gunawan di Gedung Bank Danamon, Jakarta, Senin (1/30).
 
Menurutnya kebijakan otoritas moneter tersebut juga bisa menggeser tren kredit dari konsumen ke pengembang. Selama ini, dana pengembangan rumah inden oleh developer didapatkan dari fasilitas kredit konsumen. 
 
"Namun, lantaran rumah inden untuk fasilitas kredit kedua dan seterusnya dilarang, terbuka peluang justru pengembang yang sebaliknya mengambil kredit ke bank," ujarnya. 
 

Artikel Terkait

Komentar

Loading