KPR FLPP Untuk Rumah Susun Hanya Terserap 1%!
0SHARE

KPR FLPP Untuk Rumah Susun Hanya Terserap 1%!

Sepanjang tahun 2012, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah berhasil membangun 218 tower rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), dimana rinciannya terdiri atas 57 tower rusunawa untuk TNI, 28 tower rusunawa untuk Polri, 77 tower rusunawa untuk Pondok Pesantren, 23 tower rusunawa untuk buruh dan pekerja dan 33 tower rusunawa sisanya diperuntukkan bagi mahasiswa.

Menurut Agus Sumargiarto, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Kemenpera, pada tahun 2010 sampai dengan 2011 lalu, Kemenpera hanya mampu membangun 49 tower. Jadi menurut beliau, kinerja tahun 2012 sudah sangat baik karena sudah terjadi kenaikan sekitar 256%.

“Dalam setahun ini (sepanjang tahun 2012), sudah seperempat dari program 1.000 tower yang dicanangkan dapat terealisasi”, ucapnya. Sekedar informasi, program pembangunan 1.000 tower rusunawa merupakan program yang telah dicanangkan sejak tahun 2007 lalu oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Namun sangat disayangkan, sampai tahun 2013 ini tingkat penyerapan dana FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) untuk KPR Bersubsidi masih jauh dari target. Apalagi untuk penyaluran KPR Bersubsidi pembelian Rumah Susun. Selama tahun 2012, Kemenpera hanya berhasil menyalurkan dana FLPP untuk 5 unit rumah susun atau hanya sekitar 1% dari target penyaluran dana FLPP keseluruhan yang berjumlah 500 unit. Hingga akhirnya Kemenpera pun dianggap hanya melakukan pencitraan lewat Program FLPP ini dan disebut-sebut sebagai kementerian termalas di tahun 2012. Hal ini wajar saja melihat target jumlah anggaran yang harusnya terealisasikan adalah 65,68 miliar Rupiah, sedangkan yang betul-betul terealisasi hanya 190 juta Rupiah.

Masalah lain juga melanda pembangunan rumah susun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini. Pasalnya rumah susun yang dibangun pemerintah seringkali kurang strategis dan jauh dari mana-mana sehingga menyebabkan minimnya peminat yang ingin menyewa rusun. Selain itu, fasilitas yang buruk juga  menyebabkan banyak orang enggan menempati rusun dan lebih memilih ngontrak di tempat yang lebih baik fasilitasnya dan lebih dekat ke tempat kerja serta fasilitas umum lain. Hal ini berakibat pada mubazirnya dana yang telah dikeluarkan pemerintah untuk membangun rusun, karena pada kenyataannya rusun yang sudah dibangun tidak bisa dijadikan solusi rumah tinggal yang diinginkan rakyat. Alangkah baiknya sebelum membangun rusun dilakukan survey lokasi dan tetapkan target pasar yang jelas seperti pembangun rusun komersial pada umumnya, sehingga rusun yang dibangun bisa tepat sasaran dan menarik minat banyak orang.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi seputar iklan rumah, bisa melihat di listing properti Rumahku.com. Selain bisa mendapatkan informasi harga rumah dijual murah, Anda juga bisa mendapatkan informasi harga apartemen disewakan atau apartemen dijual. Kalau mau jual properti bisa coba pasang iklan jual rumah secara gratis di Rumahku.com. Dijamin mudah dan praktis!

Sumber: (Okezone)

Artikel Terkait

Komentar

Loading