Interior Klinik Ultra Modern
Interior Klinik Ultra Modern

Interior Klinik Ultra Modern

25 March 2013 / Showbiz / () Komentar
Ditulis oleh

“Good design is good business. Inilah yang terwujud pada desain klinik yang berhasil mengakomodasi kegiatan konsultasi dokter dan privasi pasien sekaligus mengekspresikan citra fasilitas modern.”

Sebuah kelinik biasanya identik dengan suasana yang kaku. Namun kesan tadi langsung hilang ketika memasuki klinik Agsamerah yang merupakan klinik bidang kesehatan seksual dan reproduksi. Interior seluas 250m ini teletak di dalam satu gedung perkantoran di kawasan Sudirman, Jakarta dan merupakan hasil kerja sama antara arsitektur Cyril Massebeuf dan pendiri sekaligus dokter di klinik yaitu dr. Nurlan Silitonga. Menurut Nurlan, klinik ini tidak hanya memberikan pemeriksaan medis yang berkualitas akan tetapi klinik ini juga memperhatikan pisikologi sang pasien. Ada beberapa pendekan untuk menciptakan nuansa klinik yang nyaman dan bersahabat ini, diantaranya mengedepankan privasi dan kenyamanan pasien. Klinik ini berkualitas pengobatan yang lebih mendekatkan kepada si pasien agar lebih nyaman saat berada di dalam klinik tersebut, untuk menciptakan pengobatan yang maksimal.


 

Sebagai tahap awal, arsitektur menata ruangan berdasarkan kebutuhan klinik dianataranya area penerimaan pasien, tiga buah ruang konsultasi, ruang kantor untuk pimpinan dan staf, ruangan laboratorium, ruang pelatihan, gudang untuk obat dan peralatan, pantry untuk ruanga staff dan toilet. Selain pintu utama, terdapat pula pintu samping yang langsung menuju ruang pelatihan. sementara itu selasar dalam yang menjadi alur utama ditempatkan bersisian dengan jendela lebar.

Sebagian dinding penyekat ruang, terutama dinding di ruang-ruang konsultasi dan laboratorium yang menghadap kearah selasar dalam didesain berupa kaca buram sehingga interior terasa lapang. Bidang-bidang kaca tadi sengaja dipasang mirip terhadap jendela agar mengoptimalkan masuknya cahaya alami. Khusus pada ruangan kantor, arsitek memasang empat bilah kaca lebar dengan engsel pivot sebagai penyekat transparan antara ruangan pimpinan dan ruangan staf. Agar interior klinik terasa lapang dan terang, arsitek memilih dominasi warna putih pada seluruh elemen ruang, baik pada keramik penutup lantai, cat dinding dan plafonnya maupun furniture seperti kain pelapis (upholstery) sofa dan finishing kabinet buil in.


Setiap elemen ruangan didesain berbentuk kotak geometris yang lugas dan polos tanpa ada ornamen dekoratif sehingga memberikan kesan “ringan dan bersih” (clean look) yang diinginkan dalam konsep interior klinik. Tahap berikutnya adalah menyiasati kolom struktur berukuran besar dan jendela ke arah luar yang kurang menarik tetapi tidak boleh diubah sehingga terasa mengganggu. Kolom yang ada di pinggir ruangan konsultasi dan gudang obat ‘disembunyikan’ di dalam kabinet built-in yang menyimpan peralatan dokter maupun obat. Sementara itu, kolom yang ada di tengah ruangan kantor staf sengaja diolah menjadi bagian dari dekorasi ruang. Arsitek juga berupaya menyiasati tampilan dinding luar dan deretan jendelanya yang kurang menarik dengan cara membuat deretan balok kayu yang menyekat jendela (louvre).

Dalam tahap mengisi ruangan, arsitek merancang khusus (customized) semua furnitur di klinik agar sesuai dengan ukuran ruang yang terbatas dan konsep desain yang serba simpel dan apa adanya. Bentuk kotak geometris yang mendominasi setiap furniture diberi aksen berupa bentuk organik yang kontras sehingga menjadi aksen atraktif. Misalnya, ruangan penerima tamu dihias dengan sebuah amben dari kayu solid yang berbeda dengan meja counter dan deretan puff untuk tempat duduk pasien. Ruangan konsultasi juga didesain menyerupai lounge yang santai dengan sofa dan coffee table sesuai dengan posisi ruang yang berada di pojok bangunan. Ruangan pelatihan dilengkapi dengan kursi tanpa lengan yang dapat ditumpuk (stackable) dan bermotif kontemporer.


Di gudang obat dan peralatan serta laboratorium, semua kabinet built in didesain polos dengan handel tersembunyi bahkan bak cucinya (sink) didesain khusus menyatu dengan bahan solid surface yang melapisi permukaan meja counter.

Terakhir, arsitek juga menata aksesori yang simpel dan benda seni eksotik yang menegaskan karakter desain ruangan seperti bantal hias warna merah di ruangan penerima pasien dan lukisan abstrak di ruanganserta sebuah kursi khusus untuk periksa. Ruangan kantor didesain dengan meja yang daunnya berbentuk melengkung agar sesuai dengan posisi ruang yang berada di pojok bangunan.