Bila Harga BBM Jadi Naik, Akankah Berdampak Pada KPR?

Bila Harga BBM Jadi Naik, Akankah Berdampak Pada KPR?

Pemerintah membatalkan rencana kebijakan 2 harga bensin premium dan harga BBM subsidi akan dinaikkan dalam satu harga, tapi tak sampai Rp 6.500/liter. Ini bisa menghemat anggaran Rp 30 triliun lebih. "Iya jelas. Kan itu semuanya agak jauh. Ya itu (penghematan) lebihlah di atas Rp 30 triliun," Ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro seperti dikutip via detik.

Ditengah hiruk pikuk pro kontra atas kenaikan BBM tersebut, PT Bank Central Asia Tbk memperkirakan adanya perlambatan pada kredit konsumer. Hal ini tentu berkaitan dengan adanya kebijakan pencabutan subsidi BBM yang diterapkan pemerintah. Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa penurunan kredit akan terjadi pada dua sektor yakni Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Adanya penurunan di kedua sektor tersebut, pihaknya memperkirakan kredit tumbuh tak seperti tren yang diprediksikan.

KPR

Jahja Setiaatmadja menyatakan,”Misal KPR tahun lalu bisa tumbuh hingga 50 persen, maka tahun ini hanya bisa 30 persen pertumbuhannya, juga demikian pada KKB kami prediksikan hanya tumbuh 20 persen,”

Namun di sisi lain beliau turut optimis dengan peningkatan kredit bisa diraih lewat cara lain. Misalnya dengan Kredit Korporasi dimana ia menilai bahwa masih banayak kredit infrastruktur yang bisa diberikan kepada perusahaan karena menurutnya pertumbuhan ekonomi dalam kondisi baik. Namun perlu diwaspadai pula dengan perlambatan ekonomi global,” "Kita itu mau tidak mau harus ikut mewaspadai dampak BBM, dan ekonomi global makanya kita masih menunggu insentif seperti apa yang diberikan pemerintah," Ujar Jahja.

dikutip melalui wealthindonesia, bisanya kenaikan BBM akan mengakibatkan naiknya biaya produksi, naiknya biaya distribusi dan bisa menaikan inflasi seperti harga barang menjadi lebih mahal, daya beli merosot sementara penghasilan tetap. Muaranya perekonomian akan stagnan dan tingkat kesejahteraan terganggu. Hal lain yakni kredit macet yang kembali meningkat. Wealthindonesia juga melansir bahwa dampak kenaikan BBM di posisi paling parah adalah semakin sempitnya lapangan kerja karena dunia usaha menyesuaikan produksinya sesuai dengan kenaikan harga serta penurunan permintaan barang.

Info rumah dijual sampai apartemen murah bisa Anda temukan di Rumahku.com Anda juga bisa pasang iklan rumah gratis di Rumahku dijamin cepat laku!

 

Daftar Email Diskusi
Kirimkan email untuk Saya ketika ada artikel baru yang ditayangkan

komentar anda

Loading