Berikut Syarat Penting Agar Arsitektur Indonesia Maju!

Berikut Syarat Penting Agar Arsitektur Indonesia Maju!

Pembangunan di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, memang sangat pesat, terbukti dari banyaknya gedung pencakar langit yang muncul dimana-mana.

Tapi pembangunan arsitektur yang berkelanjutan tidak bisa dibuat sembarangan, karena harus bisa memenuhi beberapa pedoman yang telah ditetapkan.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu saat berpidato pada pembukaan The 15th Asian Congress of Architect (Kongres Arsitek Asia ke-15) di Nusa Dua, Bali tanggal 29 Oktober lalu, terdapat tiga nilai yang harus dijadikan panduan dalam membangun arsitektur Indonesia yang berkelanjutan, diantaranya adalah: 

Dukung pertumbuhan ekonomi tinggi tanpa mengabaikan kondisi sosial budaya Indonesia

Pertumbuhan arsitektur harus tetap memperhatikan kearifan lokal dan budaya daerah. Intinya tidak boleh dibangun gedung atau bangunan yang kemudian dapat menimbulkan konflik pertentangan dengan masyarakat setempat.

Perhatikan keseimbangan antara pembangunan dengan kondisi lingkungan dan nilai budaya dan sosial yang berlaku di Indonesia

Pembangunan karya arsitektur apapun harus memperhatikan kondisi alam dan lingkungan yang berlaku di Indonesia. Misalnya, arsitek harus bisa kreatif menciptakan ide desain bangunan yang mampu beradaptasi dengan ancaman banjir dan gempa bumi yang cukup sering terjadi di Indonesia.

Kedepankan konservasi lingkungan dengan menciptakan bangunan yang selaras dengan konsep Arsitektur Hijau (Green Architecture)

Arsitek-arsitek di Indonesia harus mulai bisa menggunakan konsep arsitektur ramah lingkungan. Hal ini diperlukan untuk meminimalkan dampak kondisi iklim yang memburuk akibat pemanasan global yang terjadi dimana-mana. Dengan menciptakan desain bangunan ramah lingkungan yang hemat dalam penggunaan energi listrik, air serta dilengkapi dengan sentuhan tanaman hijau, diharapkan akan dapat menciptakan kondisi arsitektur yang tahan lama yang selaras dengan alam.

Pada saat ini Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menargetkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia bisa mencapai 7,5 persen dan khusus sub sektor arsitektur diharapkan mampu tumbuh sebesar 9 persen.

Diharapkan dengan dipatuhinya pedoman-pedoman tersebut, dapat membantu kenaikan PDB Arsitektur terhadap pendapatan Nasional Indonesia.

"Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, pengembangan ruang publik, pelestarian bangunan bersejarah, membangun jejaring antar arsitek, dan meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap karya arsitektur menjadi hal yang penting untuk dilakukan," ujar Mari Pangestu.

Sumber: okezone.com

Daftar Email Diskusi
Kirimkan email untuk Saya ketika ada artikel baru yang ditayangkan

komentar anda

Loading