(Alm) Ustad Jefri : Rumahku Surgaku. Siapa Yang Nggak Ingin Rumahnya Bagaikan Surga?
0SHARE

(Alm) Ustad Jefri : Rumahku Surgaku. Siapa Yang Nggak Ingin Rumahnya Bagaikan Surga?

Kepergian Ustad Jefri Al-Buchory membawa duka mendalam bagi para keluarga, kerabat dekat, dan seluruh masyarakat. Bagaimana tidak? Kepergiannya yang mendadak membuat masyarakat tak percaya dengan berita kepergian Uje sapaan akrab Ust.Jefri. Bahkan Pipik Dian Irawati (34) yang juga sang istri tak henti-hentinya menitikan air mata atas kepergian suaminya. Pipik tak menyangka bahwa suaminya cepat meninggalkannya,”Abi, kenapa secepat ini? Kemarin masih bercanda," ujar Pipik sambil menangis seperti dikutip melalui metrotvnews.

Rumah Alm.Uje di kawasan Rempoa di penuhi para pelayat dari kerabat hingga berbagai kalangan masyarakat.

Pipik di temani keluarga dekat

Uje yang meninggal di usia 40 tahun ini meninggal dunia karena kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Saat itu motor Uje menabrak pohon palem. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Fatmawati. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan. Rumah duka Uje yang berlokasi di kawasan Rempoa, Tangerang langsung di penuhi oleh para pelayat.

Keceriaan Uje dan Pipik bersama anak-anak

Semasa hidupnya, Uje dan Pipik menganggap rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal namun juga sebagai tempat ibadah bagi seluruh penghuninya. Rumah Uje tersebut di lengkapi mushola berbentuk panggung di halaman depan dengan kolam ikan di bawahnya. Rumah yang setiap hari ramai dengan kegiatan berdakwah, ceramah, diskusi agama dan lainnya ini dianggapnya sebagai rumahku surgaku,” Baiti Jannati, rumahku Surgaku. Siapa yang nggak ingin rumahnya bagaikan surga? Tentulah semua orang mau. Nah, rumah yang kami huni ini Insya Allah bisa menjadi surga bagi anak-anak kami dan tamu yang berkunjung ke rumah ini,” jelas Uje dikutip bintanghome.

Rumah ke-dua yang diperoleh dengan bantuan agen properti ini dianggapnya sebagai hunian yang nyaman dan cukup aman,“Alhamdulillah begitu melihat rumah ini kami langsung cocok. Lingkungannya aman untuk anak-anak, khususnya saat mereka main di luar, tidak banyak kendaraan yang lalu lalang, serta cenderung sepi. Hal itulah yang membuat ustadz suka dengan rumah dan lingkungannya. Setelah seharian ceramah dan berdakwah, biasanya beliau butuh suasana sepi untuk beristirahat,” ucap Pipik, sang istri yang kini juga sudah di karuniai 3 anak bersama Uje.

Pipik sendiri di percaya oleh Uje untuk menata huniannya tersebut. Tak jarang ruang mushola dijadikan tempat syuting untuk tayangan dakwah di televisi. “Biasanya syuting mengambil lokasi di mushola, ruang tamu dan lingkungan perumahan. Bisa dibilang rumah ini multifungsi selain sebagai tempat tinggal juga sering digunakan untuk kegiatan keagamaan,” tambah Ibunda Adiba Khanza Al Zahra, Moh Abidzar Al Ghifari, Ayla Az Zura dan Moh Ataya Bilal Risqulla.

Rumah dengan luas 280 m2 dengan luas bangunan 300 m2 ini di dominasi dengan warna merah dan gold. Rumah tersebut memberikan sentuhan klasik modern yang dibuat nyaman bagi publik dan jama’ah yang kerap berkunjung ke rumahnya.  Untuk area publik, desain interiornya serba terbuka. Warna Gold mendominasi Ruang Tamu bergaya Arab dengan sofa panjang tanpa kaki dilengkapi hamparan karpet. “Di ruang ini biasanya Ustadz menerima jamaah dan menyelenggarakan pengajian fiqih wanita. Dulu sebelum desainnya seperti ini, tiap ada pengajian, pasti kursi-kursinya kami singkirkan dahulu supaya terasa lapang. Nah, Ustadz mengusulkan desain sofa bergaya Arab ini,” Ucap Pipik seperti dikutip bintanghome.

Ruang di lantai dasar terbuka seperti ruang keluarga, ruang makan dan dapur kering bergaya modern yang saling terintegrasi. Pipik yang suka dengan warna merah, ia tuangkan ke dalam sofa hingga taplak meja di ruang makan dan ruang keluarga. Sebuah lemari pajang berisi koleksi kristal Pipik dan piano klasik mengisi sudut ruang makan. Untuk ruang di lantai atas, terdapat kamar tidur utama, dua kamar tidur anak, kamar tidur tamu, mushola dengan hiasan kaligrafi dan ruang keluarga. Area di lantai dua terbilang private keluarga.

Untuk kamar utama, Pipik dan Uje mengambil sentuhan klasik dengan area kamar mandi kering “Kamar tidur ini merupakan area favorit saya dan merupakan ekspresi pribadi karena interiornya saya sendiri yang mendesain dengan persetujuan Ustadz,” ujar Pipik.

Masyarakat hingga awak media berdesakan ingin melihat jenazah Ustad yang di kenal dengan Ustad Gaul tersebut.

Lantai tiga difungsikan sebagai ruang aktivitas keluarga dan ruang bermain anak-anak. Area privat yang baru dibangun beberapa bulan lalu ini, dimanfaatkan penggemar motor besar ini untuk mendekatkan dirinya dengan keempat putra-putrinya. “Di lantai tiga ini anak-anak bebas beraktivitas, mau nonton, main musik dan lain-lain bisa dilakukan di sini. Biasanya jika tidak ada kegiatan, saya dan istri ikut bergabung bersama anak-anak,” ujar Ustadz yang telah menelurkan album religi, Lahir Kembali, Asyiknya Ukhuwah serta Para Pencari-Mu yang berkolaborasi dengan grup band Ungu. Kini Ustadz Jefri Al-Buchori telah menemukan “rumah” yang lebih nyaman di sisi-Nya. Selamat jalan Uje.

Artikel Terkait

Komentar

Loading